Jumat, 29 April 2022

SOSIALISASI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DAGING SEGAR BAGI SISWA-SISWI AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN SMK NEGERI 6 KENDAL-KABUPATEN KENDAL

SOSIALISASI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DAGING SEGAR

BAGI SISWA-SISWI AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

SMK NEGERI 6 KENDAL-KABUPATEN KENDAL

 

    Menurut Permentan No. 413 th. 1992 tentang Pemotongan Hewan Potong Dan Penanganan Daging Serta Ikutannya, bahwa penyediaan Bahan Pangan Asal Hewan (BPAH) seperti daging yang layak dikonsumsi adalah daging yang memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh dan halal atau disingkat ASUH. Daging harus Aman, tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, tidak mengandung bibit penyakit, racun/toksin, residu antibiotika atau hormon, pestisida, logan berat, kerikil, pecahan kaca, rambut, bulu dan benda lain yang dapat mengganggu kesehatan manusia; Sehat artinya daging berasal dari hewan yang sehat, tidak sakit maupun mengandung beracun yang dapat membahayakan kesehatan konsumen dan mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan manusia; Utuh, daging berasal dari satu jenis hewan, tidak dicampur dengan daging dari jenis hewan lain, tidak dipalsukan dengan daging jenis lain; Halal, hewan disembelih dengan tatacara dan ditangani sesuai syariat Islam. Hal ini untuk menjamin daging yang dijual di pasar untuk dikonsumsi masyarakat dagingnya aman dari kontaminasi penyakit zoonosis dan layak dikonsumsi, bebas dari penyakit yang membahayakan kesehatan konsumen serta terjamin halal.

    Namun pada kenyataannya, sampai saat ini dipasaran masih banyak ditemukan daging yang diperdagangkan atau yang dijual bukan merupakan daging yang ASUH. Juga masih banyak ditemukan produk olahan daging (seperti: bakso, daging kaleng, jajanan anak berbasis daging) yang sudah tidak layak konsumsi atau kadaluarsa tetapi masih diperdagangkan. Selama ini di Indosesia banyak terjadi kasus salah pilih daging sapi dengan daging celeng, atau salah pilih daging yang sudah tidak layak makan/rusak; penjualan daging sapi glonggongan, ayam Tiren, dll. hal ini menandakan bahwa pengetahuan tentang pemilihan daging segar yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) di masyarakat masih minim dan terkendala dalam implementasinya di lapangan.

    Siswa-siswi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 6 Kendal-Kabupaten Kendal yang nantinya setelah lulus bekerja dibidang yang berhubungan dengan teknologi pangan dan pengolahan pangan, perlu dibekali ilmu dan pengetahuaan yang memadai diluar yang telah mereka terima melalui pembelajaran di sekolah, agar pada saatnya nanti mereka mampu menerapkan dan mengaplikasikan keahlian dan pengetahuannya dibidang pangan kepada masyarakat luas serta berwirausaha ataupun bekerja sesuai bidangnya secara baik.

    Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari Senin, 25 April 2022 dilakukan Sosialisasi tentang “Penanganan dan Pengawetan Daging Segar” oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FTP-USM guna menambah wawasan bagi siswa-siswi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 6 Kendal-Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat sesuai untuk menjembatani kerjasama antara Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM dengan Program Keahlian/Kompetensi Keahlian : Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian yang ada di SMK Negeri 6 Kendal-Kabupaten Kendal. Kegiatan selama 3 jam diikuti oleh siswa-siswi APHP sebanyak 70 siswa dan 5 guru pendamping, dengan antusiasme yang tinggi. Materi yang diberikan berupa pengetahuan tentang pemilihan daging yang sehat dan layak konsumsi, serta penangan daging segar oleh: Ir. Adi Sampurno, M.Si. Sedangkan materi tentang kerusakan daging, tatacara penyimpanan dan pengolahan daging oleh Dr.Ir. Rohadi, M.P. Pada kegiatan sosialisasi  juga dibagikan kuisioner berisi pertanyaan tentang penanganan dan pengawetan daging, sebagai penjajakan seberapa besar pengetahuan siswa-siswi APHP tentang topik tersebut.

 Target kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bertambahnya IPTEK dan kemampuan para siswa-siswi APHP SMK Negeri 6 Kendal di dalam menerapkan Teknik/metode penanganan dan pengawetan daging, sehingga daging yang akan diolah dan dikonsumsi ASUH; terbentuknya karakter dan sikap serta bertambahnya ketrampilan siswa-siswi APHP SMK Negeri 6 Kendal  dalam memperoleh daging yang ASUH. Bagi dosen pelaksana pengabdian, manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai wahana untuk memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat dan khususnya  siswa-siswi APHP SMKN 6 Kendal; untuk mengaplikasikan ilmu dan teknologi dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP-USM) yang selalu berkembang termasuk dari hasil-hasil penelitian dibidang ilmu yang terkait.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar