Selasa, 21 Desember 2021

Konversi Limbah Jadi Minuman Sehat

        BKPA-USM mendampingi pelaku UMKM olah Pangan di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang dalam mengembangkan komoditas lokal. BKPA juga banyak melakukan penelitian dan inovasi dalam mengembangkan limbah komoditas lokal menjadi makanan sehat atau yang bermanfaat.





Gambar 1. Pelatihan Pembuatan Minuman dari Limbah Rambut Jagung


        Salah satu limbah yang dikonversi menjadi makanan yang bermanfaat yaitu rambut jagung dibuat tepung, baik dikonsumsi untuk penderita kolesterol dan diabetes.

Baca Selanjutnya >>>>>

Senin, 29 November 2021

 


Pada hari Rabu tanggal 3 bulan November tahun 2021 telah dilakukan kegiatan Pengabdian FTP USM yang terdiri dari Anisa Rachma Sari, M.Si;C. Hari Wibowo, S.Pt, M.P. dan Ika Fitriana, STP, M.Sc dengan tema Pembuatan Telur Asin Dengan Metode Perendaman Air Garam Berempah, di SMA Sultan Agung 3 Semarang. Harapan dari kegiatan pelatihan pembuatan telur asin berempah bagi mitra bertujuan untuk menciptakan ide berwirausaha pada siswa khususnya kelas XI IPS 2 ujar Anisa Rachma Sari selaku ketua tim PKM dalam pembukaan acara. Pihak sekolah yang diwakili oleh guru kewirausahaan, Aura Syifa Karimah, S.pd juga sependapat. Beliau menyampaikan bahwa sekolah mendukung untuk dilaksankannya kegiatan ini karena dapat menjadi bekal bagi siswa dan sangat relevan dengan materi yang ada di pelajaran kewirausahaan

 

Untuk mengetahui tingkat kesegaran telur dapat diketahui dari umur simpan dan metode pencelupan ke air, apabila telur tenggelam dikatakan memiliki kualitas bagus, sedangkan posisi telur mengapung sebaliknya. Garam sebagai  bahan utama dalam proses perendaman telur. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis garam adalah ukuran kristal garam. Agar mendapatkan kualitas telur asin berempah yang bagus digunakan garam krosok karena memiliki ukuran kristal garam yang lebih besar dibandingkan garam dapur. Semakin besar ukuran kristal garam membuat garam menjadi pekat sehingga proses difusi berjalan lebih efektif. Rempah yang ditambahkan sebagai cara inovasi penigkatan cita rasa telur asin.


Baca Selanjutnya >>>>>

Kamis, 02 September 2021

 


PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN BERPOTENSI PROBIOTIK
DARI FERMENTASI BUAH LOKAL


Dimasa pandemi sekarang, selain dituntut untuk selalu mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan, kita juga harus selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi serta dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Tim Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) melakukan sosialisasi “Pembuatan Minuman Kesehatan Bakteri Asam Laktat Berpotensi Probiotik dari Fermentasi Buah Lokal” kepada  Bapak dan Ibu Guru yang mewakili jurusan IPA di PKBM Anugrah Bangsa Semarang, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselengarakan di Laboratorium Biologi-Mikrobiologi FTP USM beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan dilakukan untuk mensosialisasikan pengetahuan tentang hubungan kesehatan saluran pencernaan dengan imunitas tubuh yang dibantu oleh peran probiotik, yang salah satunya dapat diperoleh dengan mengkonsumsi minuman fermentasi yang mengadung bakteri asam laktat yang berpotensi sebagai probiotik. Dalam acara ini sekaligus  diberikan keterampilan tentang konsep dan gagasan dalam menciptakan produk minuman kesehatan hasil fermentasi memanfaatkan buah lokal Indonesia yang ada di sekitar kita, mudah didapat dan relatip murah harganya.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan mengenai Peran Probiotik Dalam Memelihara Kesehatan Dengan Meningkatkan Imunitas Tubuh” oleh Antonia Nani Cahyanti, S.Si, M.Si; Fermentasi Bakteri Asam Laktat Dengan Bahan Buah Lokal Dan Kombucha Kopi” oleh Ir. Adi Sampurno, M.Si, dan  “Pengemasan Yang Tepat Untuk Produk Minuman Fermentasi” oleh Soraya Kusuma Putri, S.TP, M.Sc. Kegiatan tersebut didukung pula oleh tim dari Laboratorium Biologi-Mikrobiologi FTP untuk praktek sederhana membuat minuman fermentasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penjelasan dan praktek dengan baik dan antusias. Secara garis besar peserta memahami tentang peranan bakteri asam laktat dalam fermentasi, dan ciri-ciri minuman hasil fermentasi. Kendala yang ditemui oleh peserta berupa keterbatasan pengetahuan tentang jenis-jenis minuman fermentasi yang dibuat dari buah lokal, dapat diatasi dengan adanya demo dan praktek yang dilakukan pada kegiatan PKM.

Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan PKM ini adalah dari hasil pre dan post test yang dilakukan serta testimoni yang diberikan oleh para peserta, bahwa materi kegiatan ini akan dipelajari kembali untuk dapat dikembangkan sebagai bahan dalam proses belajar mengajar. Dengan praktek yang akan di lakukan dengan siswa PKBM Anugrah Bangsa Semarang, diharapkan dapat membantu tercapainya salah satu kompetensi siswa yaitu dapat membuktikan peranan agen biologi (mikroba) dalam membuat produk pangan fermentasi (minuman kesehatan) sebagai salah satu produk bioteknologi konvensional, yang dapat dibuat dengan memanfaatkan buah lokal Indonesia yang ada disekitar kita. (ads)









Baca Selanjutnya >>>>>

Rabu, 04 September 2019


Teknologi Pengembangan Aneka Pengolahan Pangan Berbasis Produk Pangan Lokal

oleh: 
Ir.Endang Bekti, M.P

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang 
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian 
2019

Semarang 28 Agustus 2019


Keanekaragaman sumber pangan lokal di Indonesia terutama yang diusahakan di pekarangan sudah tidak diragukan lagi. Berbagai macam jenis pangan lokal di pekarangan dapat berdasarkan jenisnya dapat digolongkan ke dalam 2 macam golongan yaitu sumber pangan hewani dan nabati.


1Sumber pangan hewani yang dapat diusahakan di pekarang seperti misalnya ikan air tawar dengan berbagai macam jenis, seperti lele, gurami, nila, belut dsb.

2 Sumber pangan nabati yang dapat diusahakan di pekarangan dapat digolongkan ke dalam beberapa penggolongan antara lain:
a.    Ubi-ubian/ umbi-umbian seperti kentang, ketela rambat, gembili, singkong dlsb
b.   Sayuran antara lain :
·         Sayuran daun contohnya bayam, sawi (beraneka ragam sawi)
·         Sayuran buah contoh tomat, labu siam/waluh jipan, bligo, labu air, pare, waluh
·         Sayuran biji contoh kacang merah/snerek, biji kapri, kacang kara dsb.

c Buah-buahan seperti berbagai macam jeneis pisang, kesemek/kledung, pepaya
Bahan-bahan lokal tersebut merupakan bahan baku pangan lokal yang mempunyai potensi untuk dikembangangkan menjadi bahan pangan setengah jadi atau pangan siap konsumsi dengan berbagai manfaat, selain meningkatkan deversifikasi pangan olahan.
Beberapa contoh teknik pengolahan pangan dengan bahan baku lokal antara lain sbb:
Contoh pengolahannya:
1.      Bahan baku hewani
·         Abon Ikan lele

Bahan : ikan lele (indukan yang sudah tidak produktif), bawang putih, bawang merah, bubuk ketumbar, merica, kunyit, daun jeruk purut, garam, gula jawa, penyedap (jia suka), daun salam dan lengkuas. Air jeruk nipis untuk menghilang kan amis daging lele. Minyak goreng untuk menumis bumbu dan menggoreng.

Cara membuat:
- Cuci bersih ikan lele dan ambil dagingnya, beri perasan jeruk nipis dan garam istirahatkan 5 menit      dan cuci bersih. Kukus daging lele sampai matang, suwir-suwir. sisihkan
- Haluskankan semua bumbu-bumbu, kecuali gula jawa salam lengkuas dan daun jeruk purut.
- Tumis bumbu halus dengan minyak sampai matang, masukkan gula jawa, penyedap dan suwiran        daging lele aduk rata
- Goreng daging ikan lele pada minyak panas sampai kecoklatan, peras kelebih an minyak gorengnya    menggunakan spinner atau bungkus dengan serbet dan press pakai pemberat supaya minyak tiris dan abon ikan lelenya kering.

2.      Bahan baku nabati
·         Singkong krispi

Bahan : Singkong yang baik, air es, garam/gula dan bumbu

Cara membuat:
- Singkong dikupas, cuci bersih dan potong sesuai selera
- Siapkan bumbu sesuai selera (asin atau manis) yang dilarutkan pa- da air es dan tambahkan   garam     atau gula sisihkan
- Singkong dikukus sampai matang, segera saat masih panas masuk kan dalam larutan bumbu angkat     dan tiriskan
- Tunggu sampai dingin, dapat langsung digoreng atau dikemas dan simpan dalam freezer dapat            disimpan selama 1 bulan.

·         Krupuk labu siam/waluh jipan

Bahan : labu siam 150 g, tapioka 100 g, air 250 ml, garam dan bumbu, minyak goreng

Cara membuat:
- Labu siam, cuci bersih dan potong-potong, kukus sampai lunak
- Blender labu siam dengan air sampai halus
- Campurkan lumatan labu siam dengan tapioka, garam dan bumbu aduk rata
- Cetak pada loyang tipis-tipis dan kukus + 3-5 menit angkat dan dinginkan
- Ambil dr cetakan, angin-anginkan sampai tiris potong sesuai selera dan jemur sampai kering
- Goreng kerupuk labu siam dengan minyak panas

·         Nugget pisang

Bahan : pisang yang cukup tua 450 g, terigu (tepung yang lain juga bisa) 100 g, 2 sendok makan susu bubuk, 5 sendok makan gula pasir, 1 butir telur, air secukupnya, garam dan minyak untuk menggoreng
Bahan pelapis: tepung terigu, gula, garam, air dan tepung panir

Cara membuat:
- Pisang dikupas dan haluskan (pakai garpu atau diblender)
- Campur semua bahan, tambahkan air secukupnya jangan terlalu encer
- Cetak pada loyang yang sudah dioles dengan minyak atau margarine
- Kukus + 20-25 menit sampai matang, angkat, dinginkan dan potong-potong
- Siapkan adonan pelapis dg mencampur terigu, air, gula, garam dan panili
- Celupkan nugget pisang pada adonan pelapis dan ke tepung panir, usahakan sampai rata tepung panirnya. Istirahatkan + 1 jam( bisa masuk kulkas)
- Nugget siap untuk digoreng pada minyak panas sampai kecoklatan
- Nugget yang sdh dipanir dapat juga di simpan dalam kulkas tahan disimpan sampai 5 hari, bila             ingin lebih lama menyimpan masukkan ke dalam freezer.

·         Kembang goyang bayam

Bahan : Tepung beras 300 g, tepung tapioka/kanji 20g, bayam(sudah direbus/kukus sebentar) 80g, 1 btr telur, santan 300 ml, gula pasir 60 g, garam 3 g, panili secukupnya. Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
- Bayam dikukus atau direbus sampai lunak dan haluskan (diblender)
- Campur semua bahan, tambahkan bayam yang sudah dihaluskan
- Saring adonan dan sisihkan, siapkan cetakan untuk kembang goyang
- Panaskan minyak sampai panas dengan api sedang, celupan cetakan kembang goyang pada minyak    panas.
- Angkat cetakan kembang goyang dan celupkan pada adonan, goreng adonan pada minyak,                  goyangkan sampai lepas dan goreng sampai kecoklatan
- Tiriskan kembang goyang yang sudah matang dan kemas pada wadah.

Produk Olahan Pangan
  
Singkong sesudah direndam air bumbu     



  Singkong krispi sesudah digoreng



Kerupuk labu siam/waluh jipan sebelum digoreng




  
Krupuk labu siam/waluh jipan sesudah digoreng
  
  
  



Nugget pisang sebelum digoreng dan sesudah digoreng







Baca Selanjutnya >>>>>

Rabu, 10 Oktober 2018


MATERI PROGRAM PELATIHAN
PENGOLAHAN PRODUK DAN PENINGKATAN KEMANAN PANGAN
BAGI KELOMPOK PANGAN OLAHAN DI KABUPATEN GROBOGAN


 


 PENGENALAN KEAMANAN PANGAN : PANGAN YANG AMAN, BAHAYA PADA PANGAN DAN PENCEGAHANNYA

Disampaikan pada kegiatan Sosialisasi Penganekaragaman Produk Berbahan Ubi Kayu, Jagung, Kedelai dan Peningkatan Mutu Keamanan Pangan di Kabupaten Grobogan Tahun 2018 Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan

Oleh:
Antonia Nani Cahyanti, S.Si, M.Si 
Fakultas Teknologi Pertanian
UNIVERSITAS SEMARANG

PENTINGNYA PANGAN YANG AMAN
Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Walaupun pangan itu menarik, nikmat, tinggi gizinya, jika tidak aman dikonsumsi maka tidak ada nilainya sama sekali. Konsumen yang menyadari mengkonsumsi pangan yang baik adalah mereka yang memberikan perhatian terhadap nilai gizi dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Kurangnya perhatian terhadap hal ini, telah sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumen, mulai dari keracunan makanan akibat tidak higienisnya proses pengolahan, penyimpanan dan penyajian sampai risiko munculnya penyakit kanker akibat penggunaan bahan tambahan (food additive) yang berbahaya.
Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Cara produksi pangan industri maupun rumah tangga yang baik merupakan salah satu faktor yang penting untuk memenuhi standart mutu dan persyaratan keamanan pangan. Hal ini sangat berguna bagi kelangsungan hidup industri serta rumah tangga. Melalui cara produksi pangan yang baik dapat menghasilkan pangan yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi selanjutnya oleh konsumen.
Pangan yang aman merupakan hal sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menyangkut kepedulian individu,  pangan yang aman selalu menjadi pertimbangan pokok dalam perdagangan. Di seluruh dunia kesadaran dalam hal keamanan pangan semakin meningkat
ARTI KEAMANAN PANGAN
            Pangan yang aman berarti terbebasnya makanan dari zat-zat atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh tanpa membedakan apakah zat itu secara alami terdapat dalam bahan makanan yang digunakan atau tercampur secara sengaja atau tidak sengaja kedalam bahan makanan atau makanan jadi. Segala upaya yang dapat ditempuh untuk mencegah adanya indikasi yang membahayakan pada bahan pangan disebut dengan keamanan pangan. Jadi keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
Definisi keamanan pangan menurut WHO/FAO (1997) adalah jaminan bahwa pangan tidak akan menyebabkan bahaya kepada konsumen jika disiapkan atau dimakan sesuai dengan maksud dan penggunaannya. Sedangkan definisi keamanan pangan menurut Undang – Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Ketentuan mengenai keamanan pangan meliputi sanitasi pangan, bahan tambahan pangan, rekatasa genetika dan iradiasi pangan, kemasan pangan, jaminan mutu dan peperiksaan laboratprium, dan pangan tercemar. Namun permasalahan keamanan pangan ini kondisinya terus berkembang, bersifat dinamis seiring dengan berkembangnya peradaban manusia yang meliputi aspek sosial budaya, kesehatan, kemajuan Iptek dan segala yang terkait dengan kehidupan manusia.
BAHAYA PADA PANGAN
Makanan dikatakan aman bila tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Bahan-bahan berbahaya dapat berupa unsur yang secara alamiah telah menjadi bagian dari pangan, maupun masuk ke dalam pangan dengan cara tertentu. Secara umum bahaya yang timbul dari pangan sering disebut sebagai keracunan pangan. Timbulnya bahaya dapat terjadi melalui unsur mikroorganisme, kimia atau fisika.

Bahaya Biologis-Mikrobiologis

Bahaya biologis, yaitu makanan yang tercemar oleh mikroba, virus, parasit, bakteri,  kapang, binatang pengerat, serangga, lalat kocoak dan lain-lain. Bahaya biologis yang mendapat perhatian besar adalah yang ditimbulkan oleh mikroba, dan secara khusus dapat disebut dengan bahaya mikrobiologis.
Mikroba terdapat dimana-mana, baik di tanah, debu, air ataupun udara. Sebagian besar dari mikroba tersebut tidak berbahaya, tetapi banyak juga yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan. Dalam keadaan tertentu mikroba dapat berkembangbiak dan menginfeksi jaringan tubuh dan dapat menular baik antara manusia dengan manusia, hewan dengan hewan ataupun menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, secara langsung atau melalui pangan. Pangan menjadi beracun karena telah tercemar oleh mikroba tertentu, dan mikroba tersebut menghasilkan racun yang cukup banyak yang dapat membahayakan konsumen.

Bahaya mikrobiologis dapat dibagi menjadi dua yaitu infeksi bakteri dan intoksikasi bakteri. Infeksi Bakteri adalah…..Pangan yang umumnya merupakan sumber infeksi oleh bakteri adalah pangan yang tergolong berkeasaman rendah seperti daging, telur, susu dan hasil produksinya. Yang termasuk bakteri penyebab infeksi pangan antara lain adalah Salmonella, Clostridium perfringens, Vibrio parahaemolyticus, Escherichia coli, Bacillus cereus, dan Vibrio cholerae. Sumber infeksinya dapat berupa kontaminasi dari kotoran hewan/manusia atau air yang terkena polusi air buangan, melalui tangan dan alat-alat pengolahan. Intoksikasi Pangan karena Bakteri adalah….., dan dapat disebabkan oleh Clostridium botulinum, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas cocovenenans. Toksin atau racun yang dihasilkan bakteri lebih tahan panas daripada bakteri itu sendiri.

 

Bahaya kimiawi pada pangan ditimbulkan karena mengandung  cemaran bahan kimia yang dapat disebabkan oleh bahan alami maupun bahan yang tidak disengaja ditambahkan seperti cairan pembersih, pestisida, cat, komponen kimia dari peralatan/kemasan, logam berat, dsb. Intoksikasi pangan karena bahan alami dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari tanah, air, udara, hewan dan manusia juga bisa berasal dari bahan alami yaitu dari hewan, tumbuhan dan bahan kimia. Racun berada dalam pangan secara alamiah karena racun tersebut adalah komponen dari pangan, contohnya jamur racun, singkong racun, ikan racun, jengkol, dan sebagainya. Intoksikasi pangan karena logam berat dapat disebabkan karena proses pencemaran pada waktu penanaman, pemeliharaan, penyimpanan pasca panen dan pengolahan. Selain itu kontaminasi dapat juga terjadi melalui alat masak yang mengandung logam berbahaya dan mengalami pengikisan permukaan. Intoksi pangan karena bahan yang bahan yang disengaja yaitu bahan tambahan pangan yang berlebihan atau tidak memenuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah seperti pewarna, pemanis, pengawet penyedap dan lain-lain.  Bahan berbahaya ( formalin, borax, bahan pewarna / pengawat yang bukan untuk makanan.

Bahaya Fisik
Bahaya fisik disebabkan oleh cemaran benda asing seperti tanah, rambut, bulu, kuku, kerikil, isi staples dll.
CARA MENGHINDARI BAHAYA MIKROBIOLOGI DAN KIMIA
Pengetahuan higiene dan sanitasi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menyiapkan pangan yang higienis, aman, dan bebas dari penyakit. Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa penyakit yang berkaitan dengan pangan yang terkontaminasi merupakan salah satu dari masalah kesehatan negara berkembang. WHO memberikan sepuluh petunjuk untuk menyiapkan pangan yang aman, yaitu :
1. Demi keamanan, pilihlah pangan yang telah diolah
Pada umumnya pangan lebih baik dimakan dalam keadaan mentah terutama buah-buahan dan syur-sayuran, tetapi ada juga yang lebih baik dimakan setelah diolah atau dimasak terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa pengolahan pangan ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan juga agar pangan dapat lebih tahan lama.
2. Masaklah pangan dengan sebaik-baiknya
Beberapa pangan mentah, terutama ayam, daging dan susu yang tidak dipasteurisasi seringkali terkontaminasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Dengan memasak sebaik-baiknya, yaitu seluruh bagian pangan mentah yang dimasak tersebut harus mencapai suhu paling rendah 70°C, maka bakteri patogen akan mati.
3. Pangan yang telah dimasak hendaknya segera dimakan
Jika pangan yang telah dimasak dibiarkan di tempat terbuka, maka bakteri akan berkembang biak, makin lama dibiarkan, makin besar risiko yang diperoleh. Agar aman, makanlah segera pangan yang telah dimasak setelah panasnya hilang.
4. Pangan matang supaya disimpan dengan hati-hati
Jika Anda harus menyiapkan pangan lebih awal atau ingin menyimpan pangan yang tersisa, sebaiknya disimpan pada suhu tinggi (sekitar atau di atas 60°C) atau pada suhu rendah (sekitar atau di bawah 10°C). Petunjuk ini penting jika Anda menyimpan pangan lebih dari empat atau lima jam. Makanan bayi sebaiknya langsung digunakan jangan sampai disimpan. Kesalahan umum yang biasa dilakukan yang dapat menyebabkan penyakit akibat pangan yang tidak diperkirakan sebelumnya adalah menyimpan makanan hangat dalam jumlah besar di lemari es. Dalam lemari es yang isinya berlimpah, makanan matang tidak dapat menjadi dingin seluruhnya secepat yang dikehendaki. Jika bagian tengah makanan tetap hangat (suhu di atas 10°C) dalam waktu yang tidak terlalu lama, maka mikroba akan tumbuh dan dengan cepat berkembang biak mencapai jumlah yang dapat menimbulkan penyakit.
5. Panaskan kembali makanan matang dengan seksama
Inilah cara terbaik untuk menghindari bakteri yang mungkin telah sempat berkembang biak selama penyimpanan (meskipun penyimpanan sempurna menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak mematikannya).
6. Hindari bercampurnya pangan mentah dengan pangan matang
Pangan matang dapat terkontaminasi bila bersentuhan dengan pangan mentah. Kontaminasi silang ini dapat terjadi melalui kontak langsung sewaktu ayam mentah ditaruh berdekatan dengan daging matang. Dapat pula hal ini terjadi secara tidak langsung. Misalnya, menggunakan pisau dan talenan bekas memotong daging ayam mentah untuk memotong daging matang. Jika ini dilakukan, akan menimbulkan risiko tumbuhnya bakteri dan akibatnya penyakit telah ada sebelum dimasak.
7. Cucilah tangan berulang-ulang
Cucilah tangan Anda selalu sebelum mulai menyiapkan pangan dan setiap kali setelah melakukan pekerjaan lainnya ketika sedang menyiapkan makanan. Setelah selesai menyiapkan bahan pangan seperti ikan, daging atau ayam, cucilah tangan Anda kembali sebelum mulai menangani pangan lainnya. Jika tangan Anda luka, jangan lupa dibalut atau ditutup sebelum menyiapkan makanan. Perlu diingat pula, bahwa hewan piaraan seperti anjing, burung dan terutama kucing seringkali merupakan tempat bersarangnya bibit penyakit yang dapat berpindah ke makanan melalui tangan Anda.
8. Jagalah agar seluruh permukaan perlengkapan atau peralatan dapur dalam keadaan bersih
9. Menjaga kebersihan
Setiap permukaan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan pangan harus selalu dijaga agar tetap bersih. Serbet yang digunakan untuk membersihkan piring, sendok dan perlengkapan dapur lainnya harus diganti dengan yang bersih sesering mungkin, dan direbus serta dicuci sebelum digunakan kembali. Kain pel untuk membersihkan lantai juga perlu sering dicuci
10. Lindungi makanan terhadap serangga, tikus, dan hewan lainnya.
Binatang sering membawa bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit melalui pangan. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat merupakan cara perlindungan terbaik.
12. Gunakanlah air bersih.
Air bersih yang digunakan untuk menyiapkan makanan sama pentingnya sebagaimana air minum. Jika Anda menggunakan air dari sumber yang diragukan, rebuslah dahulu air tersebut sebelum ditambahkan pada makanan matang atau untuk membuat es. Lebih berhati-hati dalam menggunakan air terutama untuk menyiapkan makanan bayi.

Pencegahan yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi timbulnya penyakit akibat pangan oleh bahan kimia, yaitu:
1.      Selalu memilih bahan pangan yang baik untuk dikonsumsi.
2.      Menggunakan pestisida seperlunya dan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertulis pada wadahnya. Selain itu juga menggunakan pestisida berwarna, misalnya berwarna biru sehingga mudah diketahui jika tertukar dengan bahan lain.
3.      Gunakan pakaian pelindung dan sarung tangan agar badan dan tangan tidak terkena pestisida, jangan menyemprot pestisida menentang arah angin dan wadah bekas pestisida harus segera ditimbun dalam tanah yang jauh dari sumber air.
4.      Pembuangan limbah industri harus diatur sehingga tidak mencemari sumber air bersih.
5.      Tidak menggunakan alat masak atau wadah yang dilapisi logam berat (tembaga, seng, antimon, kadmium).
6.      Mencuci sayuran dan buah-buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan.







Baca Selanjutnya >>>>>