Tampilkan postingan dengan label pangan lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pangan lokal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juli 2023

 PENYULUHAN PANGAN LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KESEHATAN MENTAL REMAJA SMA PASCA COVID-19

 Oleh : Antonia Nani Cahyanti, Ika Fitriana, Adi Sampurno

Jurusan Teknologi Hasil Pertanian-Fakultas Teknologi Pertanian-USM

    

    Kesehatan mental didefinisikan sebagai suatu keadaan kesejahteraan dimana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat serta mampu memberikan kontribusi ke komunitasnya. Kesehatan mental remaja terdampak secara signifikan setelah pandemi COVID-19 berakhir. Kesehatan mental remaja di era pasca COVID-19 disebabkan adanya isolasi sosial, stress akademik, perubahan pada rutinitas sehari-hari remaja, termasuk kehilangan kegiatan sosial dan olahraga.

   Masalah kesehatan mental pada anak didik Tingkat Menengah Atas  dapat dirasakan pengaruhnya terhadap kinerja akademik siswa. Karena siswa dapat mengalami kesulitan fokus, sering lupa dan dapat membuat remaja demotivasi dalam belajar Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dini terhadap kesehatan mental siswa yang terkadang masih dianggap tidak serius, sehingga siswa kerap mengalami penurunan prestasi akademik atau peristiwa sosial di luar akademik yang dapat mengganggu kegiatan sekolah.

    Melihat situasi demikian, maka tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP-USM) melakukan edukasi kepada para siswa SMA Tunas Patria, Kabupaten Ungaran dalam bentuk penyuluhan dan demo sederhana. Materi penyuluhan diutamakan membahas pemanfaatan pangan lokal di sekitar Kabupaten Ungaran. Materi yang diberikan tentang : Pentingnya Keseimbangan Mikroflora Usus (gut microbiota) dalam Meningkatkan Kesehatan Mental; Penyuluhan tentang Sumber Pangan Lokal dan Olahannya dengan Kandungan Vitamin-Mineral tertentu dan Serat yang Dapat Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental, serta Peranan Tape Ubi Ungu dan Tempe sebagai Pangan Lokal Terfermentasi Sumber Probiotik yang Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental. Demo sederhana dilakukan dengan materi dasar-dasar pembuatan timus ubi ungu, tape probiotik dan jus sayuran berbasis seledri. Melalui demo sederhana diharapkan dapat membantu tercapainya salah satu kompetensi siswa yaitu dapat membuktikan peranan agen biologi (mikroba) dalam membuat produk pangan fermentasi (minuman kesehatan) sebagai salah satu produk bioteknologi konvensional.

   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Tunas Patria dapat memberikan manfaat dan berjalan optimal dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang materi kegiatan yang diberikan. Terlihat dari peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan melalui uji statistik sebelum dan sesudah penyuluhan secara signifikan.



Baca Selanjutnya >>>>>

Kamis, 17 November 2016

PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL KEGIATAN P2KP KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2016

Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KN), Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal bagi Kelompok Wanita Tani, Pengelola Lumbung Pangan, dll. pada tanggal 16 November 2016 di Aula Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri, Jl. Raya Wonogiri-Ngadirojo Km.03 Bulusulur-Wonogiri. Pada kegiatan tersebut FTP-USM mengirimkan salah satu staf pengajar sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut, untuk memberikan materi : Teori Pengolahan Pangan Lokal.
Baca Selanjutnya >>>>> PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL KEGIATAN P2KP KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2016

Sabtu, 10 Desember 2011

PROGRAM PMTAS TAHUN 2012 DIHENTIKAN

     Kabar buruk bagi usaha perbaikan gizi anak sekolah, karena Program PMTAS (Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah) tahun 2012 oleh Komisi X DPR RI dihentikan (Suara Merdeka, 10 Desember 2011, hal. 18), alasannya karena dinilai tidak adil (??), tidak sistematis dan tidak merata, sehingga sulit diukur dampaknya.    
Program yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pertama kali dilaksanakan pada Agustus 2010 dan dapat dilaksanakan selama 10 tahun sejak diluncurkan. Program ini ditujukan untuk anak-anak tingkat TK dan SD, baik negeri maupun swasta, di daerah terpencil dan masih mengalami kekurangan gizi. Selain itu juga dapat memberdayakan ekonomi pedesaan, karena bahan makanannya berasal dari hasil bumi di daerahnya (bahan pangan lokal).
      Pada prakteknya di lapangan, program tersebut juga mengedukasi pihak pengelola sekolah, kantin sekolah, penjual makanan dilingkungan sekolah dan komite sekolah, tentang pembuatan/pengolahan dan penyusunan menu makanan bagi anak sekolah yang aman, sehat, bergizi dan berimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, serta bagaimana membuat makanan/jajanan bagi anak sekolah yang bentuknya menarik selera, rasanya enak, sehat dan bergizi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.
     Memang dampak dari program tersebut tidak dapat serta merta dilihat kontribusinya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, karena peningkatan kualitas pendidikan banyak sekali dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sarana-prasarana, kualitas tenaga pendidik dan banyak faktor lain yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan. Program PMTAS hanya salah satu usaha untuk dapat meningkatkan kualitas anak didik (murid) ditinjau dari segi kesehatan tubuh, daya kembang dan peningkatan kecerdasan, melalui pemenuhan kebutuhan gizinya sehari-hari.
     Bagaimana komentar para pemerhati pangan?? Silahkan tulis komentar anda di blog ini. Terimakasih.
Baca Selanjutnya >>>>> PROGRAM PMTAS TAHUN 2012 DIHENTIKAN

Sabtu, 04 Desember 2010

MOU & PELATIHAN OLAHAN PISANG DI KAB. DEMAK

  Pada hari Selasa, 30 November 2010 sekitar jam 10.00 WIB bertempat di Balai Kecamatan Karangawen-Kabupaten Demak, telah ditandatangani naskah kerjasama (MOU) antara Dekan Fakultas Teknologi Pertanian & Peternakan-Universitas Semarang (Ir. Rohadi, MP) dengan Kepala Kantor Ketahanan Pangan-Kabupaten Demak (Wahyudi, SP,MP) dalam rangka Mengembangkan Potensi Pangan Lokal di Kabupaten Demak.
Dalam kesempatan tersebut juga diadakan Pelatihan/Demo Olahan Pisang oleh Tim BKPA-USM (Ir. Adi Sampurno, MSi; Ir.Haslina, MSi; Teti Susilowati, SE dan Arya Wibawa, SPt) dengan materi : Teori & Teknik Pembuatan tepung pisang; nugget buah pisang; kue bandung (mini) tepung pisang dan kue bolu tepung pisang. Pelatihan diikuti oleh perwakilan ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Kecamatan; Kelompok Wanita Tani; Staf Kecamatan dan kantor Ketahanan Pangan-Kabupaten Demak. Tanaman pisang banyak terdapat di wilayah kabupaten Demak, tetapi pemanfaatannya selama ini belum maksimal, karena selama ini buah pisang hanya dimanfaatkan dalam bentuk segar atau dibuat camilan, seperti keripik pisang, terutama untuk pisang yang tidak umum dikonsumsi dalam bentuk segar atau harga jualnya murah., seperti pisang Kepok Gablok, Raja Nangka, Belitung, dll. Apalagi pada waktu musim panen raya, harganya sangat rendah/murah dan kurang terserap oleh pasar, sehingga banyak yang rusak/busuk. Harapannya setelah pelatihan tersebut, potensi pangan lokal-khususnya buah pisang-dapat lebih dikembangkan dan didayagunakan, sehingga nilai ekonomis dan nilai gunanya bisa meningkat. Karena dengan diolah menjadi tepung, maka dapat diaplikasikan menjadi berbagai produk pangan (roti, kue, bubur, nugget, dll), serta dapat disimpan lama/awet; disamping itu harga jualnya menjadi lebih mahal.
Kedepan, potensi sumber pangan lokal lainnya yang ada di kabupaten Demak dapat lebih didayagunakan dan lebih disosialisasikan ke masyarakat sebagai sumber pangan, sehingga kemandirian pangan dapat tercapai dengan memanfaatkan atau berbasis pangan lokal, tanpa harus mengandalkan pangan dari impor (ads)
Baca Selanjutnya >>>>> MOU & PELATIHAN OLAHAN PISANG DI KAB. DEMAK